16 Subsektor Ekonomi Kreatif di Bidang Kuliner yang Populer

January 23, 2021 Off By admin

Tahukah Kamu bahwasannya bidang kuliner juga turut mensumbangsih perekonomian di Indonesia? Apalagi jika kuliner itu tersohor hingga ke luar negeri. Setidaknya ada 16 subsektor ekonomi kreatif di bidang kuliner yang banyak digeluti oleh masyarakat Indonesia.

Mulai dari kuliner tradisional hingga modern, bidang ini selalu menarik minat banyak masyarakat dan memberikan kontribusi yang bagus untuk kemajuan negara ini. Wah, jadi penasaran apa saja sih bidang kuliner yang menjadi bagian dari subsektor ekonomi kreatif?

16 Subsektor Ekonomi Kreatif di Bidang Kuliner

1.     Makanan Tradisional Jawa

Sub sektor ekonomi kreatif di bidang kuliner yang cukup populer adalah makanan tradisional khas Jawa. Ada banyak sekali jenis-jenis makanan tradisional Jawa yang menarik sekali minat pasar seperti Soto Kudus, Sego Gandul, Nasi Liwet dan masih banyak lagi.

2.     Makanan Tradisional Padang

Siapa sih yang tidak mengenal nasi Padang? Hampir semua orang Indonesia sangat menyukai nasi Padang yang terkenal dengan bumbunya yang ‘berani’ dan porsinya yang sangat banyak. Selain nasi Padang, rendang khas Padang juga menjadi favorit banyak wisatawan yang datang ke Indonesia.

3.     Makanan Tradisional Bali

Bali adalah salah  kota yang selalu ramai dikunjungi oleh turis mancanegara dan menyumbang banyak sekali perekonomian untuk negara ini. Nah, ada banyak sekali jenis makanan di Bali yang digemari oleh wisatawan mulai dari sate lilit, lawar, sate plecing, ayam betutu dan masih banyak lagi.

4.     Makanan Tradisional Yogyakarta

Selain Bali, Yogyakarta juga menjadi salah satu kota yang menarik hati banyak wisatawan untuk berdatangan. Ketika Kamu datang ke Jogjakarta dan mengunjungi kawasan Malioboro, di sana ada banyak sekali orang-orang yang menjajakan dagangannya dan adapula banyak warung-warung makan.

Bisa dibilang, berbagai makanan yang ada di kota Yogyakarta ini juga menumbuhkan ekonomi untuk Indonesia. Beberapa makanan khas Yogyakarta yang terkenal dan banyak diburu oleh wisatawan adalah gudeg, sate klathak, oseng mercon, bakpia dan sebagainya.

5.     Makanan Khas Betawi

Jakarta merupakan kota dengan hiruk pikuk penduduknya yang padat karena menjadi ibu kota negara. Meski kota ini terkenal dengan macetnya, tetap saja segala urusan bisnis dan negara berpusat pada kota ini.

Jadi, tidak heran jika beberapa orang luar kota hingga luar negeri yang singgah di Jakarta juga tertarik dengan makanan khas suku asli kota ini seperti Soto Betawi, kerak telor, asinan, nasi uduk dan masih banyak lagi.

6.     Kue dan Roti

Kue dan roti adalah makanan yang selalu hampir dicari oleh banyak wisatawan ketika mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Ada beragam jenis kue dan roti yang dijual di pasaran dengan berbagai varian rasa dan bentuk yang berbeda. Kue dan roti ini menjadi makanan yang turut mensumbangsih ekonomi di negara ini.

7.     Fast Food Merk Lokal

Berbicara soal fast food, pasti yang teringat adalah brand-brand makanan dari luar negeri? Padahal sebenarnya negara ini memiliki banyak sekali restoran fast food dengan brand lokal yang tidak kalah terkenalnya dengan brand milik luar negeri.

Fast food dengan brand lokal biasanya memiliki harga yang jauh lebih terjangkau dari brand ternama, dan cita rasanya juga lebih sesuai dengan lidah orang Indonesia.

8.     Food Frozen

Makanan beku saat ini menjadi sangat populer di pasaran karena sifatnya yang sangat praktis. Industri makanan beku juga turut menjadi bagian dari ekonomi kreatif Indonesia karena peminatnya yang juga tinggi.

9.     Snack

Siapa sih yang tidak suka camilan? Hampir semua orang suka dengan makanan ringan satu ini, apalagi jika snack itu diproduksi oleh para pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Banyak sekali snack ala UMKM yang bisa ditemukan di pasaran, mulai keripik pisang, keripik ketela, balado kentang, dan masih banyak lagi.

10.  Restoran

Restoran yang enak dan banyak dikunjungi juga turut memberikan sumbangsih ekonomi pada negara. Ada banyak sekali jenis restoran di Indonesia yang bisa dibilang menjadi bagian dari ekonomi kreatif, mulai dari restoran fine dining, casual dining dan sebagainya.

11.  Pedagang Kaki Lima

Jangan salah, pedagang kaki limapun juga turut membangun ekonomi kreatif pada daerah lokal, lho! Jadi, jangan pernah meremehkan kehadiran pedagang kaki lima, ya! Ada banyak sekali jenis-jenis warung kaki lima, mulai dari berjualan bakso, pecel, mie ayam, rujak hingga soto.

12.  Kedai Makanan

Kalau berwisata ke tempat-tempat baru, yang dicari adalah kedai makanan. Kedai makanan yang hadir di Indonesia sendiri ada bermacam-macam, tergantung pada makanan khas yang dijual di kota tersebut.

Kalau kedai makanan yang berjualan di sekitar tempat wisata, biasanya selain menawarkan makanan khas lokal juga menyediakan mie instan, snack dan minuman-minuman.

13.  Cafe

Ketika berwisata di suatu tempat, anak muda milenial pasti sangat suka dengan cafe. Kehadiran cafe dengan menu food and beverage nya yang beragam menjadi salah satu bidang  sub sektor ekonomi kreatif untuk negara ini. Apalagi jika kopi yang digunakan didatangkan langsung dari petani lokal.

14.  Makanan Sehat

Di era pandemi COVID-19 seperti ini, banyak orang yang menjaga kesehatannya dengan mengkonsumsi beberapa makanan yang bernutrisi. Kedai makanan yang menjual menu-menu masakan sehat juga menjadi bagian dari ekonomi kreatif, lho!

15.  Makanan Organik

Makanan organik diproduksi tanpa menggunakan pupuk buatan, bahan kimia, pestisida, zat pengatur tumbuh dan aditif pakan ternak. Pertanian organik menggunakan metode tradisional, seperti rotasi tanaman, pengomposan, pengendalian hama biologis yang ramah lingkungan dan sebagainya.

16.  Food Truck

Food truck adalah sebuah usaha kuliner yang menyajikan makanan cepat saji dan take away. Usaha ini mulai berkembang dan banyak digeluti oleh para pengusaha muda karena sangat efisien dan fleksibel.

16 subsektor ekonomi kreatif di bidang kuliner ini setidaknya membantu perekonomian negara hingga 70%. Waw, besar sekali bukan kontribusinya? Jadi, mulai saat ini, yuk cintai produk lokal untuk membantu ekonomi kreatif di negeri sendiri!